Sabtu, 07 Desember 2013

Middle Test sudah selesai dan masing-masing sudah mendapatkan hasil sesuai apa yang diusahakan. Ada yang sudah cukup puas tapi ada yang belum memperoleh nilai maksimal. Tidaklah mengapa, yang terpenting adalah mulai dari SEKARANG perbaiki cara belajarnya untuk persiapan ujian semesteran
Yuuk…. Mulai belajar materi selanjutnya

Materi Bab 6, silakan klik WUJUD ZAT
Materi Bab 7, silakan klik MASSA JENIS
berikut ini silakan dikerjakan juga Latihan 

Materi Science semester 1

 

Materi Science Bab. 2, silakan kik SUHU

Materi Science Bab. 3, silakan klik PENGUKURAN

Materi Science Bab. 4, silakan klik ASAM BASA GARAM

Materi Science Bab. 5 , silakan klik UNSUR SENYAWA CAMPURAN

1. Besaran dan Turunan
2. Suhu dan Pengukurannya
3. Pengukuran

4. Asam, Basa, dan Garam
5. Sifat Asam, Basa pada Bahan Makanan
6. Unsur Kimia
7. Unsur, Senyawa, dan Campuran
8. Wujud Zat
9. Massa Jenis
10. Pemuaian Zat
11. Kalor
12. Sifat Fisika dan Sifat Kimia
13. Pemisahan Campuran
14. Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
15. Reaksi Kimia

 

Kamis, 05 Desember 2013

Perbedaan SEL HEWAN dan SEL TUMBUHAN

Beda perubahan fisika dan perubahan kimia adalah pada zat yang dihasilkannya. Pada perubahan fisika tidak dihasilkan zat yang jenis dan sifatnya baru, pada perubahan kimia dihasilkan zat yang sifat dan jenisnya baru. Gampangnya begini, kamu ambil kertas, kemudian remas kertas tersebut. Setelah diremas apa yang terjadi? adakah zat yang baru yang dihasilkan? jika tidak ada (zatnya masih sama) itulah perubahan fisik. Tapi sekarang cobal bakar kertas tadi, bagaimana hasilnya? nah seperti inilah perubahan kimia.







  1. Tidak Dapat Berfungsi dgn baik;
    Tidak
  2. a. A. Inti Sel
    b. Tidak Menjadi sel Fotosintesis, [Pengumpulan Makanan Pada Sel]
    c. J
    d. Tumbuhan punya membran sel + dinding
    yang terbuat dari polimer karbohidrat yang disebut selulosa
  3. a. Rongga Mulut
    b. Kerongkongan
    c. Lambung
    d. Hati
    e. Pankreas
    f. Kantung Empedu
    g. Usus 12 [ Dua Belas ] Jari
    h.
    I.
    k.
    l.
    m.
    n. Usus Buntu
    o. Umbai Cacing
    p. Rektum
    q. Saluran Anus
    r. Anus

  4. Mikroskop

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Langsung ke: navigasi, cari
    Mikroskop Compound dibuat oleh John Cuff pada 1750
    Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

    Jenis-jenis mikroskop

    Mikroskop digital yang bisa tersambung dengan komputer
    Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.
    Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, Nomarski DIC, dan konfokal).

    Struktur mikroskop

    Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu:
  5. Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.
  6. Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek/meja preparat, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek (preparat), dan sumber cahaya.

Pembesaran

Tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor, diantaranya titik fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). Rumus: \ {Vm} =  \frac { t.sn }{f_1.f_2}

Sifat bayangan

Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A yang terbalik dan diperbesar.